12 Februari 2024

pengertian air minum dan cara memperbaiki kualitas air

pengertian air minum

Pengertian air minum menurut Peraturan Menteri Kesehatan Republik Indonesia Nomor 492/MENKES/PER/IV/2010 tentang Persyaratan Kualitas Air Minum, air minum adalah air yang melalui proses pengolahan atau tanpa proses pengolahan yang memenuhi syarat kesehatan dan dapat langsung diminum. 

Menurut Peraturan Pemerintah Republik Indonesia Nomor 122 Tahun 2015 tentang Sistem Penyediaan Air Minum menyatakan bahwa Air Baku adalah air yang berasal dari sumber air permukaan, air tanah, air hujan dan air laut yang memenuhi baku mutu tertentu sebagai Air Baku untuk Air Minum. (Psri Partini, 2018).

Standar kualitas air bersih yang ada di Indonesia saat ini menggunakan Permenkes RI Nomor: 32 Tahun 2017, tentang Standar Baku Mutu Kesehatan Lingkungan Peraturan Pemerintah Republik Indonesia Nomor 122 Tahun 2015 tentang Sistem Penyediaan Air Minum dan Menurut Peraturan Menteri Kesehatan Republik Indonesia Nomor 492/MENKES/PER/IV/2010 tentang Persyaratan Kualitas Air Minum.

Jenis-jenis penyaringan air

1. Penjernih Air RO

 

sumber gambar : blog.unbrick.id

Penjernih air RO atau Reverse Osmosis bekerja dengan mengaplikasikan membran semipermeable untuk menjernihkan air.Jenis penjernih air RO sangat efektif digunakan untuk menjernihkan air yang keras dan berkadar garam tinggi berbagai zat kimia dan larutan padat di dalamnya. Beberapa partikel yang bisa dibasmi oleh penjernih air RO di antaranya arsenik, florida, timah, klorin, nitrat, dan sulfat.

        2. Penjernih Air UV
sumber gambar : berita.99.co

Penjernih air UV atau ultraviolet adalah sebuah teknologi yang telah teruji Alat ini merupakan alat ramah lingkungan yang tak menggunakan zat kimia apapun selama proses penjernihannya.
Penjernih air UV cocok digunakan untuk pengairan yang berkadar TDS (Total Dissolved Solids) rendah seperti danau dan sungai untuk membasmi penyakit air yang menimbulkan bakteri, virus, dan kista.

        3. Penjernih Air Karbon Aktif
sumber gambar : toyaartasejahtera.net

Jenis penjernih air karbon aktif dibuat dengan serat karbon (yang terbuat dari batu bara, batok kelapa, dan kayu) yang dicacah kecil-kecil.Karbon aktif dapat menghilangkan penyakit air dari pestisida, logam berat, dan zat kimia yang merusak aroma dan rasa air. Penjernih air karbon aktif bekerja dengan memaanfaatkan proses adsorpsi untuk menjernihkan air.

        4. Sediment Filter

sumber gambar : homedepot.com

Filter sedimen adalah alat pelengkap yang digunakan dengan jenis penjernih air lainnya seperti RO dan UV. Sedimen merupakan elemen endapan yang berada di dasar air yang berbentuk padat atau semi padat. Sedimen dapat berupa serpihan karat dari pipa logam, partikel pasir, atau lumpur yang dapat menyebabkan kekeruhan air.

Cara-cara perbaikan kualitas air

Menurut Waluyo ( 2009 ), cara-cara perbaikan kualitas air terdiri dari:

    a) Netralisasi Ph
Netralisasi pH adalah suatu upaya agar pH air menjadi normal. Setelah pH mendekati normal barulah proses pengolahan dapat dilakukan secara efektif. Fungsi dari pengaturan pH dalam instalasi air minum bertujuan untuk mengendalikan korosif perpipaan dalam system distribusi. Korosif membentuk racun bila pH kurang dari 6,5 atau lebih dari 9,5.
    
b) Sedimentasi

Sedimentasi adalah proses pengendapan partikel-partikel padat yang tersuspensi dalam cairan atau zat cair karena pengaruh gravitasi (gaya berat) secara alami. Kegunaan dari sedimentasi adalah mereduksi bahan-bahan tersuspensi (kekeruhan) dari dalam air dan dapat berfungsi untu meredukasi kandungan organism (patogen) tertentu dalam air. Biaya pengolahan air dengan sedimentasi relative rendah karena tidak membutuhkan peralatan mekanik maupun penambahan bahan kimia.Namun demikian paling sedikit dibutuhkan waktu deteksi selama 24 jam. 
 
c) Koagulasi/flokasi

Koagulasi dan flokasi adalah proses pengumpulan partikel-partikel halus yang tidak dapat diendapkan secara gravitasi, menjadi partikel yang lebih besar sehingga dapat dengan menambahkan bahan koagulan. Proses koagulasi atau flokuasi adalah penambahan koagulan akan mengakibatkan partikel-partikel tidak mengendap saling mendekat dan membentuk flok mikro (ukurannya lebih besar daripada koloid asalnya). 
 
d) Aerasi

Aerasi merupakan proses pengolahan air dengan cara mengontakkan ke udara. Pada prinsipnya dapat dibedakan menjadi proses absorpsi (penyerapan gas) dan desobsi (pelepasan gas). Fungsi dari aerasi adalah penambahan jumlah Oksigen, penurunan jumlah karbondioksida, menghilangkan Hydrogen Sulfide (H2S), Metana (CH4) dan berbagai senyawa organic yang bersifat volatile (menguap) yang berkaitan dengan rasa dan bau. 
 
E) Filtrasi

Filtrasi adalah proses penyaringan untuk menghilangkan zat padat tersuspensi (yang diukur dengan kekeruhan) dari air melalui media berpori. Zat pedat tersuspensi dihilangkan pada waktu air melalui suatu lapisan materi berbentuk butiran yang dinamakan media filter. Filter yang digunakan dalam proses filtrasi biasanya dianggap sebagai saringan yang menagkap atau menahan zat padat tersuspensi diantara media filter. 

Kebutuhan akan air minum di masyarakat terus meningkat sementara masyarakat semakin sulit mendapatkan air minum dengan kualitas baik yang berasal dari tanah maupun dari pengelola air minum, sehingga masyarakat banyak mengkonsumsi air minum isi ulang (AMIU). Air minum isi ulang adalah air yang melalui proses pengolahan dan dapat langsung diminum serta memenuhi syarat kesehatan. Beberapa sumber air yang dapat digunakan untuk penyediaan air adalah air hujan,air permukaan,air tanah dan mata air. Pada umumnya sumber

Air yang digunakan oleh depot (AMIU) berasal dari mata Air pegunungan (70%) dan PDAM (20%) dan sedikit yang menggunakan air tanah (5%). Proses pengolahan air minum merupakan proses perubahan fisik,kimia dan biologi yang bertujuan untuk mendapatkan air bersih,sehat serta memenuhi persyaratan yang telah ditetapkan .
 
Tujuan pengolahan air diantaranya: menurunkan kekeruhan ,mengurangi rasa dan bau, menghilangkan mikroorganisme, menurunkan kesadahan, memperbaiki derajat keasaaman (pH). Proses pengolahan air di depot umumnya menggunakan filtrasi dan disinfeksi. Jenis filtrasi dan disinfeksi yang dipakai bervariasi misalnya pada filtrasi digunakan filter karbon aktif, pasir silika,filter mikro begitu juga dengan disinfeksi menggunakan (ultra violet dan ozon ) atau kombinasi uv+ozon dan reverse osmosis, tetapi reverse osmosis ini mahal sehingga jaran digunakan. Filtrasi adalah proses penyaringan untuk menghilangkan zat padat tersuspensi dari melalui media berpori. Filter yang digunakan dalam proses filtrasi biasanyadianggap sebagai saringan yang menangkap menahan zat padat tersuspensi diantara media filter. 
 
Proses filtrasi terutama tergantung pada gabungan dari mekanisme fisika dan kimia yang komplek dan yang terpenting yaitu adsorpsi. Sedangkan proses disinfeksi adalah proses untuk membunuh bakteri patogen penyebab penyakit yang penyebarannya melalui air seperti penyakit typhus kholera,disentri dan lain-lain. Beberapa cara,yang dapat digunakan untuk membunuh bakteri phatogen yang ada antara lain: kimia dengan

penambahan zat kimia (oksigen,klorine,kaporit,dll) ,fisik dengan pemanasan air, sinar ultra violet, cara mekanis dengan pengendapan kecepatan dan keampuhan disinfektan (Sutrisno, 2012).
Filtrasi adalah suatu operasi atau proses dimana campuran heterogen antara fluida dan partikel-partikel padatan dipisahkan oleh media filter yang meloloskan fluida tetapi menahan partikel padatan. Filtrasi adalah pemisahan koloid atau partikel padat dari fluida dengan menggunakan media penyaringan atau saringan. Air yang mengandung suatu padatan atau koloid dilewatkan pada media saring dengan ukuran pori- pori yang lebih kecil dari ukuran suatu padatan tersebut. (Martin D, 2009)

Saringan pasir dengan tekanan adalah suatu saringan pasir dengan tekanan (pressure sand filter) prinsipnya serupa dengan pasir penyaring secara cepat. Bedanya pada sistem ini bahan-bahan penyaring ditempatkan di dalam suatu wadah atau tangki tertutup yang terbuat dari baja, dalam bentuk vertikal atau horisontal. Air yang akan disaring dilewatkan melalui bahan penyaring dengan tekanan 65-100 psi. Alat saringan pasir dengan tekanan tersebut banyak digunakan untuk keperluan kolam renang atau pabrik di berbagai industri. Sistem ini menguntungkan untuk kolam renang karena hanya dengan menggunakan satu pompa dapat mengambil air dari sumber atau keluar dari kolam renang dan menekan air ke dalam filter atau mengembalikannya ke dalam kolam renang. Biasanya pengaplikasian pressure sand filter digunakan untuk Pretreatment untuk operasional Coooling Tower, Perawatan air limbah, Produksi air minum, Filtrasi di kolam renang dan Pretreatment untuk sistem membran. (Indiarto, 2010) 
 
Peralatan penyaringan digolongkan berdasarkan tipe kekuatan penggerak (gravitasi, tekanan, sentrifugal, atau vakum), dengan metode pengerjaan (batch atau kontinu), dan hasil akhir yang diinginkan (filtrate dari zat padat cake). Penyaringan tekanan diinginkan untuk menangani kuantitas bahan yang besar dalam usaha mempercepat proses penyaringan. (Kawamura, 2007).
Dalam beberapa penyaringan, padatan-saring yang terbentuk merupakan medium penyaring yang baik. 

Untuk memaksa cairan melewati medium diperlukan gaya pendorong dalam bentuk :
1) Gaya berat (gravity filtration)
2) Vakum (vacuum filtration)
3) Tekanan ( pressure filtration)
4) Gaya sentrifugal (centrifugal filtration)
Pemilihan filter ditentukan oleh :
1. Sifat campuran
2. Tingkat produksi besar atau kecil
3. Kondisi proses
4. Hasil yang diinginkan
5. Bahan konstruksi yang diperlukan

Dalam pembuatan saringan pasir bertekanan atau pressure sandfilter media yang diperlukan antara lain :
1. Pasir silica
2. Arang aktif
3. Zeolit






kelvin yogi pradana, Pendiri KELVINmedia, sebuah usaha multimedia diantaranya Shooting Video, Fotografi, Kursus Komputer, dll. Baca profil kelvin selengkapnya, klik di sini...

Komentar Facebook :

Komentar dengan Akun Google :

kirim komentar ya teman teman
EmoticonEmoticon