sumber gambar : homecare24.id
Pengelolaan lingkungan merupakan kegiatan pengendalian serangga kesehatan paling aman, karena tidak merusak keseimbangan alam dan tidak mencemari lingkungan. Pengelolaan lingkungan dapat bermanfaat untuk jangka waktu yang lama, sekali pekerjaan dilakukan, dengan pemeliharaan yang berkala akan tetap efektif untuk beberapa tahun. Berbagai upaya untuk menurunkan, menekan dan mengendalikan populasi serangga kesehatan dengan cara pengelolaan lingkungan, contohnya adalah manipulasi lingkungan dan modifikasi lingkungan.
Pelaksanaan Manipulasi Lingkungan Terhadap Vektor.
Manipulasi lingkungan merupakan kegiatan yang bertujuan untuk menghasilkan keadaan sementara yang tidak menguntungkan bagi beberapa serangga kesehatan untuk berkembangbiak di tempat perindukannya. Mengubah atau memanipulasi tempat tinggal dan tingkah laku manusia adalah untuk mencegah atau membatasi perkembangan vektor dan mengurangi kontak antara manusia dengan vektor. Pendekatan ini dilakukan dengan penempatan dan pemukiman kembali (penduduk) jauh dari sumber vektor, perlindungan perorangan, pembersihan tempat perkembangbiakan, menentukan pemasangan dan menyediakan fasilitas untuk menyalurkan air dan kotoran sampah.
Pengendalian serangga kesehatan dengan penempatan dan pemukiman kembali penduduk dari sumber vektor cukup susah dilakukan karena biayanya cukup besar. Tetapi upaya ini bisa dilakukan terhadap penduduk/peladang liar. Walaupun kegiatan ini bukan ditunjukkan untuk pengendalian serangga, tetapi diharapkan dapat membantu bidang kesehatan untuk mengurangi kontak manusia dengan vektor.
Contoh :
- Membersihkan tanaman air yang mengapung seperti ganggang dan lumut sehingga menyulitkan perkembangan Anopheles sundaicus.
- Mengatur kadar garam di laguna sehingga menekan populasi An. subpictus dan An. sundaicus,
- Melestarikan tanaman bakau yang membatasi tempat perindukan An. sundaicus,
- Membuang atau mencabut tumbuhan air di kolam atau rawa sehingga menekan populasi Mansonia spp.
- Melancarkan air got agar tidak jadi tempat perindukan Culex spp.
Pelaksanaan Modifikasi Lingkungan Terhadap Vektor.
Salah satu upaya yang bisa dilakukan dalam pengendalian penyakit menular adalah dengan pengendalian vektor (serangga penular penyakit) untuk memutuskan rantai penularan penyakit. Faktor yang penting dalam pengendalian vektor adalah mengetahui bionomik vektor, yaitu tempat perkembangbiakan, tempat istirahat, serta tempat kontak vektor dan manusia. Pengubahan lingkungan fisik dilakukan agar vektor tidak dapat berkembangbiak, istirahat, ataupun menggigit. Menurut Kusnoputranto (2000), modifikasi lingkungan adalah suatu transformasi fisik permanen (jangka panjang) terhadap tanah, air, dan tumbuh – tumbuhan untuk mencegah/ menurunkan habitat jentik tanpa mengakibatkan kerugian bagi manusia.
Modifikasi lingkungan bertujuan mencegah, menghilangkan, atau mengurangi tempat perindukan serangga kesehatan meliputi :
- Penimbunan tempat perkembangbiakan Telah banyak dilakukan di beberapa negara, misalnya di Philipina terhadap Aedes aeygepti penyebar penyakit dengue dengan cara menimbun kontainer yang berisi air.
- Pengeringan tempat perkembanbgbiakan di Haiti dilakukan upaya untuk mengendalikan populasi Anopheles albimanus dengan cara melakukan pengaliran air yang menggenang hingga menjadi kering.
Contoh lainnya yaitu dengan Pembersihan Sarang Nyamuk (PSN) untuk pengendalian vektor Demam Berdarah Dengue (DBD) yang sering disebut dengan 3M. Contoh lain yaitu dengan membersihkan saluran air menggenang yang dapat menjadi tempat berkembangbiak nyamuk penular kaki gajah (filariasis). Pengubahan lingkungan sosial, ekonomi, dan budaya yaitu dengan mengubah perilaku masyarakat agar tidak terjadi kontak antara manusia dan vektor, misalnya dengan memasang kawat kasa pada ventilasi rumah agar nyamuk tidak masuk ke dalam rumah, atau memakai kelambu untuk mencegah gigitan nyamuk. Dengan demikian, perlu kiranya peningkatan upaya-upaya agar pengendalian vektor sebagai salah satu cara pengendalian penyakit menular agar berhasil dengan baik. Untuk itu diperlukan adanya kerjasama dari berbagai sektor terkait agar peran serta masyarakat dalam upaya pengendalian vektor dapat berjalan dengan baik, sehingga mengurangi resiko terjadinya penularan penyakit di masyarakat
Kegunaan Pengelolaan Lingkungan
Pengelolaan lingkungan ini akan memberikan arti kegunaan yang lebih baik, bila dilakukan dengan terencana, terpadu, pemilihan desain yang tepat dan pemeliharaan yang baik sehingga bisa bermanfaat dalam jangka waktu lama, efektif untuk beberapa tahun. Selain untuk mengendalikan vektor, juga menguntungkan sektor lain. Penggunaan air dan tanah yang lebih baik di pedesaan akan membantu perbaikan pada pertanian, pengawetan tanah dan tempat pemukiman, fasilitas rekreasi serta meningkatnya sanitasi di perkotaan.



kirim komentar ya teman teman
EmoticonEmoticon