08 Februari 2024

pengertian, bagian, dan manfaat penampungan air hujan (PAH)

sumber foto : kabarhandayani.com

Pengertian Penampungan Air Hujan (PAH)

Penampungan Air Hujan (PAH) adalah wadah untuk menampung air hujan sebagai air baku, yang penggunaannya bersifat individual atau skala komunal, dan dilengkapi saringansi. 

PAH dapat dimanfaatkan secara individu atau masyarakat secara umum jika saat musim kemarau, persediaan air sedikit atau kering. Dipilih pada daerah-daerah kritis dengan curah hujan minimal 1.300 mm per tahun, dipasang di lokasi atau daerah rawan air minum.

Menurut Worm dan Hattum (2006), penampungan air hujan adalah pengumpulan limpasan air hujan untuk memenuhi kebutuhan air domestik, pertanian, maupun untuk manajemen lingkungan.

Sistem Pemanfaatan Air Hujan (SPAH) terdiri atas :
  1. sistem Penampungan Air Hujan (PAH)
  2. dan sistem pengolahan air hujan
PAH dilengkapi dengan talang air, saringan pasir, bak penampung dan Sumur Resapan (Sures). Sumur resapan dapat digunakan untuk melestarikan air tanah dan mengurangi resiko genangan air hujan atau banjir yang dilakukan dengan membuat sumur yang menampung dan meresapkan curahan air hujan.

Terdapat tiga alasan yang mendasari pembuatan penampungan air hujan, yaitu : 

  1. Peningkatan kebutuhan air
  2. Variasi ketersediaan air
  3. Sumber yang lebih dekat

Penerapan penampungan air hujan sesuai ketika :

  1. Adanya pola hujan yang cocok.
  2. Kepala keluarga maupun komunitas mau menggunakan air hujan.
  3. Sumber air yang lain tidak tersedia atau hanya tersedia musiman

PAH merupakan salah satu solusi yang bisa ditawarkan untuk mengatasi ancaman krisis air baku bersih yang semakin lama semakin jelas kenyataannya. 

Sistem ini adalah solusi efektif dan sederhana yang bisa dihadirkan mengingat solusi lainnya seperti teknologi desalinasi air laut yang menelan dana yang sangat besar. 

Oleh karena itu, untuk sektor yang memerlukan cadangan air bersih yang memadai, sistem PAH bisa dicoba sebagai solusi atas permasalahan krisis air baku bersih.

Bangunan Penampung Air Hujan (PAH) adalah solusi yang bisa ditawarkan untuk menyelesaikan masalah krisis air bersih yang melanda kebanyakan kota besar di Indonesia. 

Sebenarnya cara ini bukanlah solusi baru yang pernah ditawarkan pada waktu sebelumnya. 

Cara ini banyak digunakan pada daerah pedesaan yang belum memiliki teknologi mesin pompa air untuk mengambil air tanah dan masih menggunakan sumur sebagai sumber penyedia air bersih. 

Pada dasarnya, PAH menampung air hujan yang turun sehingga air yang terkumpul ditampung dalam satu wadah. 

Air yang sudah ditampung ini dikelola sedemikian rupa sehingga bisa digunakan untuk keperluan mandi, cuci baju, atau air baku minum oleh kebanyakan masyarakat pedesaan. 

Wadah penampungan biasanya terletak tidak jauh dari rumah karena air hujan yang ditampung sebenarnya merupakan air yang dikumpulkan dari genteng rumah.

Sistem PAH memiliki 3 jenis yakni :

  1. PAH tradisional, PAH tradisional dibangun secara sederhana dan murah biaya. PAH jenis ini memiliki volume air yang kecil bahkan tidak cukup untuk memenuhi kebutuhan air skala rumah tangga dalam setahun. Hal ini karena pada sistem PAH tradisional talang air tidak dipasang di seluruh atap rumah.
  2. PAH Semi Rasional memiliki volume yang lebih besar daripada PAH tradisional.
  3. PAH Rasional memiliki volume terbesar dibandingkan dengan jenis PAH lainnya. PAH jenis ini pun memiliki desain yang optimal dalam menampung volume air serta PAH jenis ini yang paling cocok untuk diimplementasikan di daerah perkotaan.

PAH bisa menjadi sumber cadangan air bagi perumahan, perkantoran, industri bahkan perhotelan di saat musim kemarau melanda dan saat mengeringnya sumber air PDAM. 

Dengan sistem PAH, air hujan yang turun tidak akan hilang dan terbuang begitu saja. 

Bahkan sektor komersil dan industri yang menggunakan sistem PAH bisa melakukan penghematan biaya operasioanl pump jet saat musim hujan tiba.

Pada umumnya PAH memiliki 4 bagian utama yakni :

1. Bak Pemasukan Air dari Talang

Atap merupakan media untuk menangkap air hujan yang turun. Air hujan ini lalu dialirkan melalui talang atau pipa pvc atau sejenisnya menuju bangunan PAH. Pada tahap ini, air hujan akan ditampung pada bak pemasukan air. Bak pemasukan ini dibagi menjadi beberapa partisi yang berisi berbagai macam media sebagai filter atau pembersih dan penjernih air hujan dari berbagai macam kotoran. Partisi ini disebut sebagai bak akuifer buatan.

2. Bak Akuifer Buatan

Pada bak ini, terdapat 7 partisi yang berisi media berbeda-beda yakni ijuk, pasir, kerikil, arang, batu bata merah, kerikil yang dicampur dengan batu gamping dan pasir. Partisi pertama berisi ijuk atau serabut kelapa. Air hujan dari talang pertama kali akan masuk ke partisi ini. Pada partisi ini kotoran yang berukuran cukup besar akan disaring melalui ijuk. Sementara itu, air akan mengalir menuju partisi selanjutnya yang berisi pasir. Pasir berfungsi untuk menyaring kotoran yang lebih kecil. Begitupun selanjutnya aliran air hingga air sampai pada partisi ke tujuh yang berisi pasir. Setelah melewati partisi terakhir, air akan ditampung di bak penampungan.

3. Bak Penampungan Air

Bak ini memiliki ukuran paling besar dibandingkan dengan bak-bak lainnya pada sistem PAH. Bak ini berisi air hujan yang sebelumnya telah disaring pada partisi bak akuifer buatan. Air hujan yang ditampung pada bak ini telah bersih dari segala macam kotoran yang terbawa. Besar-kecilnya kapasitas atau volume PAH tergantung dari ukuran dari bak penampungan.

4. Bak Pengambilan Air

Bak ini merupakan tempat untuk pengambilan air. Untuk bak pemasukan air dari talang dan bak akuifer buatan semua bagian tertutup rapat untuk menghindari adanya kotoran yang masuk. Namun pada bak penampungan air dan bak pengambilan air terdapat lubang. Untuk bak penampungan air, lubang digunakan sebagai sirkulasi udara yang masuk ke dalam bak saat air di dalam bak dipompa menuju keluar. Jika lubang ini tidak ada, maka air tidak akan bisa di pompa. Pada bak pengambilan air,lubang berfungsi sebagai pipa pompa air.

Kelebihan dan Kekurangan dari Penampungan Air Hujan

KELEBIHAN

  1. Konstruksi yang sederhana
  2. Perawatan yang baik karena dilakukan oleh pengguna
  3. Menghasilkan kualitas air yang baik
  4. Tidak memberikan dampak buruk pada lingkungan
  5. Penyediaan air sesuai dengan tingkat konsumsi
  6. Tidak dipengaruhi kondisi geologi dan topografi

KEKURANGAN

    1. Merupakan investasi dengan biaya yang tinggi
    2. Memerlukan perawatan yang rutin
    3. Kualitas air dipengaruhi oleh polusi (udara)
    4. Pada kasus musim kering yang panjang dapat terjadi masalah dalam ketersediaan air

Sistem penampungan air hujan terdiri dari tiga komponen dasar yaitu :

    1. Tangkapan atau atap untuk mengumpulkan air hujan
    2. Sistem penyaluran untuk mengangkut air dari atap ke tampungan
    3. Tampungan atau tangki untuk menyimpan air sampai digunakan

Kolam pengumpul air hujan ini dapat dibangun atau diletakan di atas permukaan tanah atau di bawah bangunan / rumah / teras yang disesuaikan dengan ketersediaan lahan. Kolam penampungan yang diletakan di atas permukaan tanah mempunyai berbagai keuntungan seperti mudah dalam mengambil / memanfaatkan airnya (pengalirannya dapat dengan metode gravitasi dan mudah  perawatannya.

Sketsa kolam pengumpul air hujan di atas permukaan tanah

Sketsa kolam pengumpul air hujan vertikal


Sketsa kolam tampungan di bawah
rumah dan sumur resapan

Metode ini sangat menguntungkan karena minimal selama musim hujan kebutuhan dasar air bersih dapat ditopang dengan bak tandon ini. Dengan cair ini, kantor – kantor pemerintah dan swasta dapat memulai memanen air hujan untuk mengurangi anggaran air bersih dari PDAM selama sekitar tujuh
bulan (pada musim hujan dan beberapa bulan pada awal musim kemarau).

Untuk kompleks - kompleks industri, sangat disarankan untuk menerapkan metode ini. Kebutuhan air untuk industri sebagian besar dapat ditopang dengan memakai air hujan. Pada tampungan air hujan dapat didistribusikan pada setiap unit bangunan atau dikonsentrasikan dengan membuat tampungan besar atau danau buatan.

Di kompleks perkantoran pemerintah dan swasta, kompleks perguruan tinggi, kompleks rumah sakit, kompleks perumahan, perhotelan, pertokoan, dan lain-lain sangat relevan sekali menerapkan konsep memanen air hujan dengan kolam tandon dan sumur resapan ini. 

Kebutuhan air untuk keperluan-keperluan di luar air minum dapat dipasok langsung dari air hujan, sedang kebutuhan air minum, mandi dan cuci dapat dipasok dari air hujan dengan pengolahan (treatment) secukupnya terlebih dahulu.

Di beberapa negara, misalnya Jepang, telah dikembangkan metode memanen air hujan dengan membuat kolam tandon di bawah jalan raya highway. Drainase jalan tidak dibuang ke sungai,  melainkan ditampung di bawah konstruksi jalan tersebut. Air hujan yang ditampung dapat dipakai untuk pemeliharaan jalan dan untuk menyiram tanaman peneduh di sepanjang jalan. Dapat juga digunakan sebagai air bersih dengan penjernihan yang memadai

MANFAAT PAH

1. Membuat tambak dan pembudidayaan ikan , manfaat waduk dan danau salah satunya adalah sebagai media yang tepat untuk melakukan pembudidayaan ikan. hal ini tidak hanya meningkatkan taraf ekonomi masyarakat sekitar, namun juga meningkatkan kualitas gizi masyarakat apabila ikan hasil tambak juga dimanfaatkan untuk konsumsi.

2. Irigasi / Pengairan , Dengan menampung air hujan disaat musim hujan tiba, air tersebut bisa dimanfaatkan untuk Irigasi / pengairan sawah dan ladang di musim kemarau atau musim kering. Sehingga masyarakat pedesaan tidak memiliki ketergantungan berlebih terhadap air sungai yang bersifat fluktuatif. Hal ini juga mencegah kerugian panen untuk masyarakat pedesaan.

3. Pembangkit Listrik Tenaga Air (PLTA) , Pada beberapa waduk yang tingkat curah airnya tinggi, masyarakat atau pemerintah memanfaatkannya untuk dijadikan PLTA. Hal ini lebih hemat dibandingkan pembangkit listrik tenaga minyak, batu bara atau bahkan gas bumi.

4. Mencegah Banjir air , Pada daerah dengan curah hujan tinggi, danau dan waduk dapat menampung air hujan tersebut sehingga tidak langsung mengalir ke pemukiman warga.

5. Cadangan air bersih , Saat banjir melanda ataupun kekeringan panjang, SPAH dapat dimanfaatkan sebagai cadangan air bersih untuk minum, memasak, mandi, dan mencuci.

6. Beternak, Air adalah kebutuhan utama bukan hanya untuk manusia namun juga untuk makhluk hidup lainnya seperti hewan dan tumbuhan. Sebelumnya telah dibahas fungsi penampungan air untuk pengairan lahan sawah dan tumbuh-tumbuhan. Selain itu Air dari penampungan dapat dimanfaatkan untuk beternak. Seperti untuk minum hewan ternak, mengolah makanan ternak dan mandi hewan ternak.

7. Komersil, Dalam jumlah besar, saat air yang tertampung sudah melimpah. Air dapat dimanfaatkan untuk tujuan komersil. Misalkan untuk dijual kembali menjadi air isi ulang, dll

8. Penghematan penggunaan air, Ketersediaan air tawar dari total jumlah air di bumi hanya sekitar 2,4 %. Dengan penampungan air, kita dapat menghemat penggunaan air tanah, halini juga berfungsi untuk mencegah kelangkaan air dunia yang diperkirakan terjadi pada tahun 2025, menurut data United Nation.




kelvin yogi pradana, Pendiri KELVINmedia, sebuah usaha multimedia diantaranya Shooting Video, Fotografi, Kursus Komputer, dll. Baca profil kelvin selengkapnya, klik di sini...

Komentar Facebook :

Komentar dengan Akun Google :

kirim komentar ya teman teman
EmoticonEmoticon